Okulasi Mata Berkayu untuk Perbanyakan Tanaman Mawar -->

Translate

Okulasi Mata Berkayu untuk Perbanyakan Tanaman Mawar

By N. Ida Farida, SP, MP


Secara konvensional, perbanyakan mawar dilakukan dengan cara okulasi. Namun okulasi baru dapat dilakukan setelah batang bawah berumur 6 bulan. Dengan cara okulasi mata berkayu, perbanyakan mawar dapat dilakukan lebih cepat karena okulasi pada stek langsung tanpa ditanam lebih dahulu. Hasil terbaik diperoleh saat okulasi dilakukan pada umur 4 minggu setelah stek batang bawah ditanam.

Teknik Okulasi Mata Berkayu

1. Persiapan Media

Siapkan media untuk penanaman batang bawah, kemudian masukkan media kedalam polybag dengan ukuran 10 atau12 cm. Media dapat berupa campuran tanah dengan pupuk kandang dan pasir menggunakan perbandingan1:1:1.

2. Persiapan Batang Bawah

Untuk mempersiapkan batang bawah, yang pertama dilakukan adalah mengambil batang mawar pagar yang cukup tua, kemudian buang daun-daunnya. Potong bagian pucuk(1/3 panjang batang), lalubuang. Sisanya distek (dipotong-potong) dengan panjang 15 cm.

3. Persiapan Batang Atas/Entres

Untuk mempersiapkan batang atas/entres, pertama siapkan tangkai bunga mawar saat bunga sedang mekar dari varietas yang diinginkan kemudian buang semua daun dan bunganya.

4. Pelaksanaan Okulasi Mata Berkayu

Untuk membuat okulasi mata berkayu, setelah menyiapkan stek/batang bawah, buang duri disekitar batang yang akan diokulasi lalu bersihkan. Kemudian setelah itu, buatlah keratin untuk batas okulasi bawah. Buatkan irisan kearah bawah dengan mengikutkan sedikit jaringan kayu, arahkan pisau hingga irisan berakhir pada keratan yang telah dibuat. Ukuran irisan kira-kira lebar 4-5 mm, panjang 1,5-2 cm dan tebal 1-2 mm. Ambil mata tunas dan entres. Buat irisan berupa kepingan dengan mata tunas terletak ditengah-tengah. Ukuran irisan sama dengan irisan pada batang bawah. Tempelkan kepingan mata tunas berkayu kecelah yang telah dibuat pada batang bawah. Ikat dengan menggunakan tali. Setelah semuanya selesai, simpan bibit dibawah naungan dan setelah tanaman cukup kuat baru lakukan penanaman dilapangan.
 
Untuk perawatan tanaman dalam masa okulasi, yang perlu dilakukan adalah melakukan penyiraman dan usahakan media tetap lembab tetapi tidak basah. Pemberian pupuk juga sangat diperlukan. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan 1-2 gram NPK/pot seminggu setelah keluar tunas. Lakukan pemangkasan tunas-tunas dari batang bawah seminggu setelah okulasi, dan penyiangan gulma di media tumbuh. Pengendalian hama/penyakit juga diperlukan apabila terlihat tanda-tanda serangan pada tanaman baik dengan cara mekanis maupun kimiawi. Dengan pengerjaan dan perawatan tanaman hasil okulasi dengan baik. Bibit mawar yang dihasilkan diharapkan dapat memiliki kualitas tinggi dan mampu menghasilkan bunga berkualitas tinggi sesuai permintaan pasar.
 


ARTIKEL LAIN YANG MUNGKIN ANDA CARI