Pembuatan Pupuk Kompos Dari Jerami Padi Bekas Hasil Panen -->

Translate

Pembuatan Pupuk Kompos Dari Jerami Padi Bekas Hasil Panen

kegunaan jerami padi, jerami padi pdf, jual jerami kering, pengertian jerami padi, jerami padi in english, fermentasi jerami padi, fermentasi jerami dengan em, jerami in english,
Gambar - www.ilmuternak.com
Sehabis panen padi, biasanya sebagian besar petani membakar jeraminya di lahan sawah itu disebabkan karena jerami dianggap mengganggu dalam pengolahan lahan terutama apabila menggunakan_dengan traktor. Sebagian petani ada juga yang meletakkan jeraminya diatas pematang-pematang, yang apabila  turun hujan maka tanah pada pematang tersebut malah tanahnya berubah menipis itu disebabkan karena tergerus air hujan.

Petani tak menyadari bahwa dengan pembakaran jerami, bakal terjadi kehilangan bahan organik pada lahannya, yang apabila dilakukan pada setiap musim tanam maka kandungan bahan organik tanah sawah tersebut berubah terus berkurang. Disamping itu, pembakaran jerami juga menghasilkan asap dan CO2 yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Di dalam jerami tersedia berbagai unsur hara yang bermanfaat untuk pohon bagai Nitrogen dan Kalium. Dengan membakar jerami berarti sama saja dengan membakar uang itu disebabkan karena jerami yang dibakar tersebut sebetulnya bisa menolong menggantikan pupuk KCl sebanyak 1 sak (50 kg). Berapa rupiah yang dibakar petani itu disebabkan karena ketidaktahuannya? Dengan mengembalikan jerami padi ke lahan sawah, petani tak butuh lagi memberikan pupuk KCl. Dengan demikian bakal menghemat anggaran produksi.

Selain dikembalikan langsung ke lahan sawah,. jerami padi atau dijadikan sebagai bahan baku produksi pupuk organik (kompos). Apabila petani berpendapat jerami menyulitkan dalam pengolahan menggunakan_dengan traktor maka lebih bagus dibangun kompos saja. Untuk membikin kompos yang berkualitas, dibutuhkan decomposer yang sesuai dengan tujuan pemberian kompos. Apabila mengharapkan kompos untuk menyuburkan tanah sekaligus mengendalikan penyakit penyakit, terutama penyakit yang dikarenakan oleh jamur, maka bisa dipakai decomposer Trichoderma.

Cara produksi kompos jerami dengan menggunakan  dekomposer Trichoderma merupakan sebagai berikut:

Bahan yang dibutuhkan :

Jerami padi segar 1 m3 (1 m x 1 m X 1m), Urea 2 kg, SP-36 1 kg, Kapur 1 kg, pupuk kandang 20 kg dan starter trichoderma 0,5 kg.

Cara Pembuatan:


·         Jerami segar direndam dalamwaktu 1 malam. Perendaman ini berfungsi supaya jerami masih lembab.
·         Bahan aktif (Urea, SP-36, kapur, pupuk kandang, starter trichoderma) dicampur dan diaduk hinggarata dan dibagi atas 4 bagian.
·         Jerami ditumpuk 1 m3 dibagi atas 4 lapisan
·         Pada lapisan jerami pertama (1/4 tahap jerami) ditaburkan bahan aktif ¼ tahap dan dipercikkan air untuk menjaga kelembabannya.
·         Sehabis itu, tumpukkan kembali lapisan jerami kedua (1/4 tahap jerami) dan taburkan kembali bahan aktifnya ¼ bagian. Demikian seterusnya sampai-pada jerami habis. Tinggi tumpukan jerami alangkah baiknya tak lebih dari 1,5 m supaya mempermudah dalam pembalikannya
·         Tutup tumpukan dengan plastik supaya terlindung dari hujan dan panas, atau bisa diletakkan ditempat yang terlindung
·         Perbuat pembalikkan tumpukan jerami setiap minggu
·         Kelembaban tumpukan jerami dijaga supaya kadar airnya 60 – 80 % dengan petunjuk menyiram/memercikkan air (kalau diremas jeraminya maka air tak menetes)
·         Kompos siap dipakai sehabis 3 – 4 minggu.

Ciri-ciri Kompos yang telah siap untuk digunakan:


    Berwarna coklat gelap hinggahitam, remah/gembur
    Bersuhu dingin
    Tak berbau atau berbau daun lapuk

Mutu atau nilai kompos

Kualitas kompos amatlah tergantung terhadap teknis produksi di lapangan. Makanya berbagai faktor wajib diperhatikan:

a.       Starter/biang trichoderma yang dipakai wajib yang berkualitas baik. Trichoderma bisa diperoleh dari laboratorium BPTP/BPTPH/Dinas Pertanian/Perguruan tinggi atau di kios saprodi .
b.      Pembalikan kompos dilakukan tiap minggu itu disebabkan karena mikro-organisme pengurai jerami yaitu trichoderma butuh aerasi atau penghawaan supaya bisa bekerja dengan-cara optimal.
c.       Tidak hanya itu trichoderma juga memerlukan kelembaban yang tinggi untuk mengomposkan jerami.
d.      Kandungan Berbagai Unsur Hara untuk 1 Ton Kompos Jerami Padi
e.      Dari 1 ton jerami padi bisa diperoleh ½ ton hingga2/3 ton kompos. Dengan demikian apabila kami ingin membikin 1 ton kompos, maka bahan baku jerami yang disiapkan kurang lebih 1,5-2 ton jerami. Kandungan berbagai unsur hara untuk 1 ton kompos jerami padi merupakan : unsur makro Nitrogen (N) 2,11 %, Fosfor (P2O5) 0,64%, Kalium (K2O) 7,7%, Kalsium (Ca) 4,2%, dan unsur mikro Magnesium (Mg) 0,5%, Cu 20 ppm, Mn 684 ppm dan Zn 144 ppm.





Uraian diatas adalah cara membuat kompos jerami yang menggunakan Trichoderma, sp. Pada uraian  berikut ini adalah cara membuat biofungisida Trichoderma, sp silakan simak berikut ini.

MANFAAT DAN CARA PEMBUATAN BIOFUNGISIDA TRIKODERMA


 By Neneng Ida Farida, SP., MP

Ketergantungan  kepada bahan-bahan kimia (pupuk kimia) apalagi bahan yang memiliki sifat racun (insektisida, fungisida, bakterisida) wajib segera kami tinggalkan. Kami wajib menggali bahan-bahan disekitar bisa kami manfaatkan untuk mengganti bahan kimia tersebut. Telah saatnya kami kembali ke alam, tak sedikit mikroorganisme yang bisa kami manfaatkan untuk proses kelestarian lingkungan kita.

Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma, sp, mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang bisa diisolasi dari perakaran pohon lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, bisa pula berfungsi sebagai penyuplai hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp bisa menghambat pertumbuhan dan penyebaran racun jamur penyebab hama bagi pohon bagai cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, sclerotium rolfsii dan cendawan Sclerotium rilfisil.

Penggunaan pupuk biologis dan penyuplai hayati Trichoderma, sp amatlah manjur/tepat mencegah hama busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan pohon layu, dan hama jamur akar putih. Penggunaan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp terbukti tak menunjukan akibat manfaatnya dengan-cara langsung bagai pupuk ataupun fungisida kimia. Dengan penggunaan selalu dengan-cara berkala pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp bakal memberikan mafaat yang lebih bagus daripada pupuk dan fungisida kimia. Kondisi Optimum Trichoderma, sp

Trichoderma, sp adalah cendawan (fungi) yang tergolong dalam kelas ascomycetes, dimana Trichoderma, sp tak sedikit ditemukan di dalam tanah hutan maupun tanah pertanian bisa juga pada tunggul kayu. Trichoderma, sp bakal tumbuh dengan bagus pada suhu 6oC hinggadengan 41oC dengan pH optimum 3 hinggadengan 7 dan Sukrosa dan glukosa adalah karbon utama. Untuk berkembangbiak cendawan ini menggunakan_dengan konidia (spora). simpan pada ruangan bersih dan terhindar dari sinar matahari. Trichoderma, sp bakal terkesan tumbuh sehabis satu hinggadua minggu. Trichoderma, sp yang telah tumbuh pada media beras dan sekam disebut dengan starter beras yang kemudian bisa dibiakkan pada media tanah.

Bahan:

1.       Jamur induk Trichoderma (F0)
2.       Beras
3.       Air murni
4.       Alkohol

Peralatan :

1.       1 . Plastikbening
2.       Kompor
3.       Panci
4.       Sendok
5.       Wadah / nampan
6.       Lilin

Cara membikin Trichoderma

1.         Beras dimasak berubah 1/3 masak (selama 10 menit).
2.         Setelah beras berubah 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan.
3.         Setelah itu masukkan  beras yang telah didinginkan tersebut kedalam plastik bening. Setiap plastik diisi dengan beras 3 sendok makan.
4.         Kemudian beras yang telah beres dimasukkan kedalam plastik kemudian disterilkan dengan petunjuk dikukus dalamwaktu 10 menit.
5.         Selanjutnya dinginkan lagi pada nampan sampai-pada sangatlah dingin.
6.         Sterilkan sendok yang bakal dipakai dengan menggunakan_dengan alcohol, begitu juga dengan tangan kita.
7.         Sendok tersebut dekatkan dengan api lilin dengan-cara sekilas saja, faktor ini untuk berfungsi mensterilkan sendok dari bakteri-bakteri di udara.
8.         Gunakan sendok yang telah disterilkan tersebut untuk mengambil bahan induk jamur
a.         Trichoderma yang telah disediakan.
9.         Setiap 1 kantong plastik yang berisi beras yang telah dikukuskan tadi bakal kami isi dengan bahan induk jamur trichoderma sebanyak 1/3 sendok.
10.     Kocokkan supaya jamurTrichoderma merata tercampur dengan media beras yang telah kami kukuskan tadi.
11.     Kemudian sehabis itu streples ujung plastik yang terbuka supaya tak ada lubang binatang kecil bagai semut masuk kedalam plastik tersebut.
12.     Setelah semua proses diatas selesai, diamkan pada wadah nampan dalamwaktu 14 hari.
13.     Jika proses yang kami perbuat bagus dan benar maka sehabis 14 hari media beras diatas bakal berubah warna berubah warna hijau yang merata.

14.     Trikhoderma (F1) ini telah siap untuk digunakan, dan tetap bisa diturunkan berubah F2 dan beres pada F3.


ARTIKEL LAIN YANG MUNGKIN ANDA CARI