Panduan Lengkap Budidaya Anggrek (Bagian 2): Teknik Pembungaan dan Perlindungan Tanaman
Setelah memahami dasar-dasar penanaman di Bagian 1, langkah selanjutnya dalam budidaya anggrek adalah memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh produktif. Tantangan terbesar bagi penghobi anggrek adalah bagaimana membuat tanaman rajin berbunga dan tetap sehat di tengah ancaman hama.
1. Teknik Merangsang Pembungaan
Banyak orang mengeluh anggreknya hanya tumbuh daun namun tidak kunjung berbunga. Berikut adalah cara mengatasinya:
Perbedaan Suhu: Anggrek membutuhkan perbedaan suhu yang cukup antara siang dan malam untuk memicu hormon pembungaan. Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman lancar.
Nutrisi Tinggi Fosfor: Saat tanaman sudah masuk usia dewasa, beralihlah ke pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) yang lebih tinggi untuk merangsang munculnya knop bunga.
Stres Air Terkendali: Beberapa pembudidaya melakukan teknik pengurangan penyiraman secara singkat untuk "mengejutkan" tanaman agar segera masuk ke fase reproduksi (berbunga).
2. Pengendalian Hama dan Penyakit
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Anggrek sangat rentan terhadap serangan jamur dan kutu.
Identifikasi Dini: Perhatikan jika ada kutu gajah, kutu putih, atau tungau yang menempel di bawah daun. Jika ditemukan, segera pisahkan (karantina) tanaman tersebut.
Penyakit Busuk Akar & Daun: Biasanya disebabkan oleh jamur akibat media yang terlalu basah. Gunakan fungisida secara berkala, terutama saat memasuki musim hujan dengan kelembapan tinggi.
Pestisida Nabati: Untuk perawatan harian yang lebih aman, Anda bisa menggunakan campuran air sabun cuci piring tipis atau minyak mimba (neem oil) untuk mengusir serangga kecil.
3. Repotting (Pemindahan ke Pot Baru)
Seiring berjalannya waktu, media tanam akan melapuk dan hancur, atau akar tanaman sudah terlalu sesak.
Kapan Harus Repotting? Lakukan jika media tanam sudah mulai hancur menjadi tanah (karena ini akan menghambat aerasi) atau saat akar sudah keluar banyak dari pot.
Sterilisasi: Saat memindahkannya, potong akar yang kering atau busuk dengan gunting yang telah disterilkan untuk mencegah penularan bakteri.
4. Menjaga Kelembapan Lingkungan
Anggrek menyukai kelembapan udara yang tinggi (sekitar 60-80%), namun bukan berarti medianya harus selalu basah kuyup.
Sistem Mist/Spray: Jika cuaca sangat terik, semprotkan butiran air halus di sekitar tanaman (bukan langsung ke bunganya) untuk menurunkan suhu dan meningkatkan kelembapan udara.
Penempatan Berkelompok: Menata anggrek secara berkelompok dapat membantu menciptakan mikro-iklim yang lebih lembap bagi tanaman tersebut.
5. Perawatan Bunga yang Sudah Mekar
Agar keindahan bunga anggrek bertahan lama (bisa berminggu-minggu), lakukan hal berikut:
Hindari Air pada Mahkota Bunga: Saat menyiram, usahakan air tidak mengenai kelopak bunga karena dapat menyebabkan noda transparan atau pembusukan bunga lebih cepat.
Pemotongan Tangkai: Setelah bunga layu dan rontok sepenuhnya, potong tangkai bunga di atas ruas terbawah untuk memberi energi bagi tanaman menumbuhkan tunas baru.
Kesimpulan Budidaya anggrek adalah seni kesabaran. Dengan perpaduan antara nutrisi yang tepat, perlindungan dari hama, dan lingkungan yang mendukung, anggrek Anda akan menjadi daya tarik utama di taman Anda.
ARTIKEL LAIN YANG MUNGKIN ANDA CARI
